Setelah
membaca artikel postingan Mas Heru Sidik yang berjudul Cara Memelihara Kamera
dan Lensa akhirnya saya terdorong untuk menyusun artikel ini. Semua sudah
pasti sudah tidak asing lagi dengan Dry Box, sebuah kotak yang sengaja dibuat
untuk menjadi tempat menyimpan barang-barang kelengkapan fotografi, terutama
kamera dan lensa. Dry box sebenarnya tidak hanya digunakan untuk menyimpan
kelengkapan fotografi seperti yang disebutkan diatas, tetapi juga digunakan
untuk menyimpan arsip-arsip penting, barang-barang berharga, utamanya barang-barang
yang bernilai sejarah yang beresiko menjadi rapuh dan lapuk karena usia.
Dry box
dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi kedap udara bahkan dapat dibuat menjadi
vakum, tergantung kebutuhan, selain itu kondisi didalamnya juga diatur sehingga
memiliki kelembaban relatif (Relative Humidity; RH) yang optimal untuk menghindari kadar air berlebih
dan tumbuhnya jamur yang tentunya dapat merusak barang-barang yang tersimpan
didalamnya.
Ada
berbagai macam dry box di pasaran dan sudah tentu dengan harga yang bervariasi.
Namun bagi sebagian rekan-rekan, hal tersebut bisa diakali dengan membuat
sendiri dry box dari kotak tempat penyimpanan makanan/ bahan makanan dari
plastik yang memang sudah dirancang untuk kedap udara, tinggal menambahkan
bahan penyerap kelembaban (dessicant atau silica gel atau penyerap air) selain
itu juga perlu ditambahkan alat untuk memantau suhu dan tingkat kelembaban
didalam dry box itu (thermo-hygrometer). Bahan-bahan dan alat tersebut bisa
didapatkan di supermarket yang menjual kelengkapan rumah tangga atau otomotif
dan bisa juga didapatkan di toko yang menjual alat-alat kesehatan.
Selanjutnya,
berapa suhu dan kelembaban yang optimal untuk menjaga kondisi barang di dalam
dry box tersebut tetap terjaga? Ada banyak pendapat, namun secara umum suhu
yang optimal adalah berkisar 25oC dengan tingkat kelembaban relatif berkisar
35-60%. Dan sudah tentu, semakin sering dry box-nya dibuka, maka tingkat
kelembabannya akan semakin tinggi karena makin sering kontak dengan kondisi di
luar dry box. Apakah tingkat kelembaban kurang dari 35% bisa lebih baik? Lantas
bagaimana dengan kelembaban lebih dari 60%? Ternyata kelembaban kurang dari 35%
tidak lebih baik karena bersifat terlalu kering sehingga dapat membuat
barang-barang di dalam dry box tersebut juga kekeringan dan sebagai
konsekuensinya akan menjadi rapuh, retak-retak. Sementara bila diatas 60% juga
kurang baik karena terlalu basah. Patut diketahui bahwa suasana basah
tersebut menjadi kondisi ideal untuk pertumbuhan jamur. Jamur memang sulit
untuk dihindari, mengingat spora-nya ada dimana-mana dan mudah berpindah
kemana-mana karena ukurannya yang sangat kecil. Yang bisa kita lakukan hanya
mengurangi/ mencegah pertumbuhan spora tersebut.
Berikut
gambar dry box buatan sendiri serta literatur dan table yang menggambarkan
kondisi tingkat kelembaban yang optimal untuk menyimpan koleksi alat-alat
fotografi anda.

Bila kelembaban didalam dry box menunjukkan angka yang terlalu rendah,
maka sebaiknya dry box di buka dan dibiarkan beberapa saat agar tingkat
kelembaban akan naik kembali.
 
 Gambar/ grafik dibawah menunjukkan nilai kelembaban optimal untuk
menyimpan investasi anda. Perhatikan nilai kelembaban relatif pada
rentang 35-60%.
 
 Grafik dibawah ini sebenarnya diambil dari situs kesehatan, namun yang
menjadi fokus perhatian adalah habitat dari jamur itu sendiri terhadap
tingkat kelembaban relatif (perhatikan pada Fungi dan Mycosis).


Referensi jurnal berikut ini menegaskan target suhu dan kelembaban optimal untuk menyimpan hasil fotografi.

Referensi diatas menunjukkan habitat yang tidak ideal dari pertumbuhan
jamur pada hasil fotografi. Acuan ini bisa digunakan untuk menghindari
pertumbuhan jamur pada lensa kamera anda.
 
 Tulisan diatas
kembali menegaskan suhu dan kelembaban relatif yang ideal. Faktor suhu
mungkin bagi sebagian rekan-rekan agak sulit untuk dikontrol mengingat
tidak semua memiliki ruangan ber-AC namun meski demikian masih ada
faktor kelembaban relatif (RH) yang paling mungkin untuk kita modifikasi
dan upayakan didalam dry box rekan-rekan sekalian.
Saya yakin sebenarnya topik ini sudah diketahui
oleh sebagian besar rekan-rekan sekalian, namun saya rasa tidak ada
salahnya saya angkat kembali deisertai dengan referensi-referensi yang
mendukung, sehingga setidaknya ada dasar ilmiah yang menjadi dasar
pengetahuan rekan-rekan sekalian.
Mohon maaf atas segala kekurangan, semoga ada manfaatnya....salam.
Syahyad Aryamehr