Komentar positif macam Good shot, nice tonal, nice view, good angle, dan so nice dari so Good yang lain memang tidak ada yang melarang. Juga komentar negatif macam kurang nih, jelek, kurang menarik, dsb. memang itu hak anda sebagai yang memberi komentar. Tapi jujur saja, apresiasi singkat demikian, menurut saya adalah apresiasi yang basi. Saya mengamati, mungkin pantas saja, bila seorang fotografer marah – marah karena karyanya dikritik, bukan semata – mata, sang empunya tidak mau dikritik, tapi kritikannya sendiri yang terkesan asal dan tidak memberi solusi. Ambilah contoh masalah overexpose/oversaturasi. Ada baiknya sebelum mengatakan demikian, pastikan monitor anda telah terkalibrasi dengan benar, agar tidak salah memberikan komentar.
Pada intinya, bijaklah memberikan komentar, karena menurut saya, nilai karya foto, selain dibangun oleh si fotografer sendiri, juga dibangun melaui apresiasi yang sehat dari para penikmat karyanya khususnya di sini adalah rekan – rekan anggota IF.Komentar positif macam Good shot, nice tonal, nice view, good angle, dan so nice dari so Good yang lain memang tidak ada yang melarang. Juga komentar negatif macam kurang nih, jelek, kurang menarik, dsb. memang itu hak anda sebagai yang memberi komentar. Tapi jujur saja, apresiasi singkat demikian, menurut saya adalah apresiasi yang basi.
Saya mengamati, mungkin pantas saja, bila seorang fotografer marah – marah karena karyanya dikritik, bukan semata – mata, sang empunya tidak mau dikritik, tapi kritikannya sendiri yang terkesan asal dan tidak memberi solusi. Ambilah contoh masalah overexpose/oversaturasi. Ada baiknya sebelum mengatakan demikian, pastikan monitor anda telah terkalibrasi dengan benar, agar tidak salah memberikan komentar. Pada intinya, bijaklah memberikan komentar, karena menurut saya, nilai karya foto, selain dibangun oleh si fotografer sendiri, juga dibangun melaui apresiasi yang sehat dari para penikmat karyanya khususnya di sini adalah rekan – rekan anggota IF.
Bukan bermaksud untuk narsis, benar sendiri, atau sok ngatur (saya sendiri bukan staf IF), berikut ini ada beberapa hal yang mungkin bisa jadi pegangan para brader sekalian dalam memberikan apresiasi terhadap karya rekan – rekan IF :
   1.   Cobalah menghargai jerih payah si fotografer dengan memberikan komentar yang spesifik mengenai karya fotografer yang bersangkutan. Bila bagus, tuliskan bagian mana yang anda suka dari karya tersebut. Bila bagi anda ada yang kurang, saya sebutkan bagian mana yang anda rasa kurang, dan berikan masukan yang membangun kepada sang fotografer, bagaimana baiknya menurut anda. Tentunya kesemuanya itu sesuai dengan kapasitas dan pengetahuan anda.
   2.   Di IF ada fasilitas untuk membalas komentar secara langsung. Ada juga fasilitas testimonial dan pesan pribadi. Cobalah sempatkan melihat balasan terhadap komentar anda. Dan bila komentar anda memang tidak benar, jangan gengsi untuk mengakui kesalahan anda dan meminta maaf. Sampaikan hal tersebut melalui kolom testimonial atau pesan pribadi. Dapat juga, anda membuka diskusi dengan fotografer yang bersangkutan mengenai karya foto yang anda beri komentar. Terkadang kita tidak cukup tahu mengenai apa yang ingin disampaikan oleh si fotografer, kendala yang dihadapi pada saat pengambilannya, dan berbagai aspek lainnya. Hal ini bisa menjadi bahan diskusi dan bahan pembalajaran yang menarik sekaligus membangun keakraban di antara sesama rekan IF.
   3.   Jangan malas memberikan apresiasi. Saya pribadi kurang setuju, bila rekan2 di sini kerjanya hanya upload karya lalu menunggu komentar. Perlu diingat, di sini adalah website komunitas, dimana ada interaksi dua arah di dalamnya. Ada baiknya, luangkan waktu untuk menikmati dan memberikan apresiasi yang sehat dan jujur terhadap karya dari rekan – rekan yang lain. Jujur saja, dengan apresiasi yang sehat, hal tersebut bisa menjadi motivasi untuk kita agar memberikan karya yang lebih baik lagi. Hal tersebut juga berdampak positif secara jangka panjang, karena saya yakin, ke depannya karya – karya di IF akan semakin bervariatif dan berkualitas.
   4.   Jangan arogan. Bilangnya masih belajar, tetapi tidak mau dikritik, maunya dipuji terus. Atau merasa sudah master, anggota lama, sesepuh, dan sejenisnya lalu memberikan kritik seenaknya sendiri atau atas dasar sakit hati karena karyanya dikritik oleh rekan yang notabene masih baru. Be grow up lah dude. Penilaian foto sifatnya sangat subyektif. Namun demikian, kesubyektifan tersebut tidak menjadi tameng untuk bisa berbuat seenaknya. Apa yang disampaikan mencerminkan pribadi yang menyampaikan. Begitu juga pada rekan yang masih baru, janganlah memberikan kritik yang bernada punishment atau judgement namun tidak memiliki dasar pengetahuan yang relevan. Ada baiknya perhatikan dulu EXIF Metadatanya, penjudulannya, dan bila selesai memberikan kritik, bacalah keterangan yang disampaikan oleh si fotografer. Bila kurang jelas, tanyakan pada si fotografer atau browsing lebih lanjut untuk mencari tahu agar bisa lebih memahami karya tersebut.
Â
Hal – hal tersebut bersifat terbuka, jadi silahkan rekan – rekan IF menambahkan bila ada yang kurang. Maksud saya menuliskan ini, semata – mata bukan untuk mencari muka, tapi lebih agar komunitas ini dapat lebih maju ke depannya dan bisa menjadi tempat yang nyaman untuk berkumpul dan berbagi berbagai hal bagi sesama rekan – rekan pencinta fotografi.
Selamat berkarya dan salam hangat :)